Mempunyai Anak Hiperaktif Merupakan Ladang Pahala

“Nakal banget, sih!”
Dulu, saya kerap sakit hati jika ada yang melontarkan kata-kata ini. Karena menurut saya, Ihsan, anak saya, hanya seorang anak yang terlalu aktif. Nggak bisa diam. Tapi nakal?
Ah, tak pernah sekalipun ada teman yang dibuat nangis oleh Ihsan. Tak pernah satu kalipun Ihsan merebut mainan temannya, apalagi sampai membawa pulang, seperti yang terjadi pada beberapa anak yang pernah saya jumpai.

image

Mempunyai anak hiperaktif, memang bukan hal yang mudah. Sebagai ibu, kita bukan hanya harus mengerti berbagai pendapat orang, tapi juga harus bisa berdamai dengan perasaan anak dan perasaan kita sendiri.
“Anaknya gak bisa diam!”
Ya, memang anak saya tak pernah bisa diam. Tak kuat duduk manis berlama-lama. Seolah gatal kakinya bila tak berlari dan berloncatan. Seolah gatal mulutnya jika tak terus mengajukan pertanyaan “kenapa” dan bersorak sorai. Seolah gatal tangannya jika tak membuat “suatu prakarya”.

image

“Memang di masa kanak-kanak, dia harus mengeluarkan semua energinya, Bu.”
Begitu penjelasan seorang dokter. Menurutnya, jika saya melarang Ihsan melakukan berbagai keaktifannya, maka energinya tak tersalurkan. Hal ini justru membuat dia tak bisa berkonsentrasi.
Banyak hal yang dokter jelaskan. Tapi yang saya tahu, jika saya melarang Ihsan dengan berbagai tingkah polahnya, maka Ihsan akan merasa tak bahagia. Dan saya tak menginginkan itu.
Bahkan, Ihsan mungkin sudah tak asing dengan pertanyaan, “Ihsan hari ini senang?”. Pertanyaan yang selalu saya tanyakan menjelang dia tidur. Saya ingin anak saya bahagia.
Namun tak dapat dipungkiri, bahwa memiliki anak yang kelewat aktif, mengharuskan saya sebagai ibu untuk mempunyai banyak stok sabar. Bahkan harus punya jantung yang kuat agar tak terlampau terkejut melihat berbagai kejutan dari Ihsan.
Rumah yang baru dirapikan kembali berantakan, kaget mendengar suara “gedebuk” karena Ihsan lompat dari atas bufet, atau melihat Ihsan yang memanjat di antara pintu dan kursi.

image

Sekarang, saya lebih memilih menjelaskan bagaimana keadaan Ihsan bila ada yang mengadukannya nakal. Biasanya, saya akan mulai menjawab aduan tersebut dengan pertanyaan.
“Ihsan nakalin temannya?”
Dan jawaban yang biasa saya dapat adalah :
“Nggak nakalin temannya, cuma suka loncat dari tempat tinggi, sama suka lari-larian.”
Saya pun mulai menjelaskan bahwa Ihsan memang anak yang hiperaktif. Tak jarang, saya meminta agar Ihsan tak dimarahi kalau dia tak menakali temannya.
Saya terlalu memanjakan anak?
Mungkin banyak yang berpikiran seperti itu. Saya tak memarahi Ihsan, tapi saya selalu memberi nasehat bila dia berbuat salah.
Kenapa?
Karena saya tahu, bila dimarahi, Ihsan cenderung berontak. Dan yang selanjutnya terjadi, dia mungkin malah mengamuk.
Sementara bila dinasehati dengan baik, Ihsan lebih mendengarkan dan menyadari kesalahannya, lalu meminta maaf.
Menjadi ibu memang tak mudah. Tapi saya yakin, masing-masing kita punya cara tersendiri untuk anak-anak kita. Karena hanya ibu yang mengerti dan mengenal anaknya. 🙂

6 responses to “Mempunyai Anak Hiperaktif Merupakan Ladang Pahala

  1. Setiap ibu memiliki cara sendiri dalam mendidikan anak, dan orang cuma bisa melihat apa yang nampak saja. 😀

  2. Benar, Mbak. Setiap ibu, pasti berusaha berbuat yang terbaik untuk anaknya.
    Terima kasih sudah berkunjung… 🙂

  3. Saya suka sama kalimat terakhir mak 🙂 setujuuu..

  4. anak saya juga termasuk hiperaktif, tiap hari ada saja yang dilakukannya, extreme memang… kadang saya bertanya dalam hati anak hiperaktif itu apakah termasuk autis ?…

    • Setau saya sih, berbeda ya, Mbak Sya’adah.
      Kalau anak hiperaktif kan, karena dia punya energi berlebih yang harus disalurkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s