Mengajari Anak Berpuasa

Tak sedikit ibu yang merasa kesulitan mengajari anaknya berpuasa. Tapi, kenapa ya, ada Ibu yang kelihatannya asyik-asyik saja mengajari anaknya berpuasa?
Yuk, coba kita teliti.
Mungkinkah kita terlalu sayang, atau terlalu terpengaruh omongan orang?
“Tega banget, sih! Anak masih kecil udah disuruh puasa!”
Terasa tak asing dengan ucapan seperti ini?
Saya sering mendapatkannya saat mengajari Ihsan, anak sulung saya, berpuasa di usia 4 tahun. Tapi saya tak ambil pusing dengan omongan itu.
Bagi saya, justru inilah bentuk kasih sayang saya pada anak, dengan mengajarinya berpuasa sejak dini.
image

Menurut saya, mendidik sejak dini akan lebih mudah ketimbang langsung memaksa anak berpuasa penuh saat sudah baligh.
Anak 4 tahun disuruh berpuasa?
Hehe… berpuasa di sini, bukan berarti saya langsung menyuruhnya berpuasa hingga Maghrib. Saat Ihsan berusia 4 tahun, saya mengajarkannya untuk berpuasa setengah hari. Tentu saja ada beberapa hari yang ternyata Ihsan hanya kuat sampai jam 10 atau jam 11. Tak mengapa, saya tak memaksakannya.
Bagi saya, lebih baik dia jujur pada umminya bila memang sudah tak kuat, ketimbang dia minum sembunyi-sembunyi. Perilaku yang seperti ini, justru mengkhawatirkan akan menjadi kebiasaan dan terbawa hingga dewasa.
image

Saya selalu mengatakan, “Kalau gak kuat, bilang Ummi, ya. Nanti Ummi buatkan makanan dan minuman yang enak. Tapi kalau Ihsan ngumpet-ngumpet makan atau minum, malah rugi sendiri. Sudah gak dapat pahala puasa, makan dan minum cuma seadanya.”
Alhamdulillah, Ihsan bisa memahami perkataan saya. Tapi, dia juga cukup mengerti bahwa semakin bertambah usianya, maka waktu “nggak kuatnya” semakin lama.
Saat Ihsan berusia 5 tahun, Ihsan sudah terbiasa dengan puasa setengah hari. Maka, setelah sepuluh hari pertama, saya akan memintanya untuk berpuasa nyambung. Buka Zuhur, lalu lanjut berpuasa lagi hingga Maghrib.
Ternyata, yang memberi label “tega sama anak” pada saya masih ada. Hehe, nggak pa-pa. In sya Allah saya tahu kondisi anak saya. Ihsan pun sudah tahu, kalau dia bisa membicarakan apa yang dia rasa pada saya, kapanpun.
Saat Ihsan berumur 6 tahun, dia sudah terbiasa dengan puasa nyambung. Maka saya mulai membiasakan menambah waktu. Ada yang buka sampai jam 1, jam 2, bahkan sampai jam 3. In sya Allah, tahun depan saya akan mengajarkannya untuk berpuasa full.
image

Kenapa nggak langsung disuruh berpuasa full?
Saya berpikir, anak-anak harus diajarkan untuk mencintai ibadah yang dikerjakannya. Jadi biarlah dia berpuasa sesuai dengan perkembangan kemampuan fisiknya. Selain itu, saya juga menanamkan pada Ihsan untuk selalu jujur. Pernah, ada yang menyuruhnya minum tanpa harus memberitahu saya, tapi Ihsan tolak. Berarti Ihsan sudah mulai mengerti, bahwa puasa adalah ibadah antara dirinya dengan Allah. Bukan antara dirinya dengan orang-orang.
“Ntar aku udah nahan laper, tapi gak dapat pahala dari Allah lagi,” begitu katanya.
Berarti dia paham, meski semua orang mengira dia berpuasa, tapi jika dia diam-diam makan atau minum, puasanya akan sia-sia, dan tak akan mendapat pahala.
Saya pikir, penjelasan seperti ini harus rajin-rajin diulang oleh para Ibu. Coba saja lihat, berapa banyak anak yang bilangnya berpuasa, tapi langsung jajan es krim saat jalan-jalan ke mall dengan teman-temannya.
Bisa jadi, si anak belum paham makna berpuasa. Atau mungkin, dia berpuasa hanya karena takut pada orang tuanya.
Saya sering mengajak Ihsan melupakan jika dia sedang berpuasa. Yaitu dengan mengisi waktu berpuasa.
image

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Misalnya, ajak anak tidur siang (hehe…), ajak anak membuat prakarya, atau ajak anak bermain permainan yang menarik.
Biasanya, saya sangat mengatur waktu Ihsan bermain di luar saat sedang berpuasa. Karena, selain membuat cepat lelah, lapar dan haus, bermain di luar juga membuat Ihsan melihat teman-temannya yang tak berpuasa. Dan hal ini bisa mengendurkan semangat Ihsan untuk berpuasa.
Oh ya, saya juga membuat raport puasa. Jika Ihsan berpuasa, saya akan memberi gambar senyum, dan jika tidak, saya memberi gambar sedih. Meski hanya kertas, tapi raport puasa ini juga bisa memotivasi Ihsan untuk terus berpuasa.
image

Memang, setiap Ibu pasti punya trik tersendiri untuk mengajarkan anak berpuasa. Tapi saya yakin, bahwa mengenalkan ibadah sejak dini adalah cara yang terbaik. 🙂
image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s