Menilai Karya Atau Embel-embelnya?

Saat saya diminta menjadi juri cerpen tingkat SLTP, yang saya nilai hanyalah lembar berisi cerpen dilengkapi nomor peserta. Tak ada nama dan sekolah asal si penulis di lembaran itu.
Kenapa?
Agar kami, para juri, bisa memberi penilaian yang adil terhadap cerpen tersebut. Jadi kami tak bisa memberi penilaian karena terpengaruh dengan asal sekolah si peserta, misalnya.
Setelah penilaian selesai dan pemenang didapatkan, barulah kami mencari siapa si pemilik nomor peserta tersebut. Penilaian yang adil karena yang kami nilai benar-benar karya, bukan embel-embelnya.
Ketika beberapa waktu lalu, ada beberapa orang yang menanyakan satu film, saya coba menjawab tentang film tersebut. Tak jarang, saya memberi link pernyataan dari orang-orang yang terlibat dalam film tersebut. Tentang bagaimana jalan cerita film, adakah ajaran tak baik di dalamnya, dan sebagainya.
Lalu, setelah semua penjelasan itu, si penanya berkata, “Ya… tapi film itu kan, produksi si A.”
Aduh. Rasanya ….
Saya pikir gak fair ya, di awal menanyakan kualitas suatu karya, lalu ujung-ujungnya membicarakan pihak yang memproduksi.
Jika yang menjadi masalah adalah si produsennya, ya sejak awal saja tanyakan itu, tak perlu menanyakan tentang karyanya.
Sama seperti bila saya misalnya, tak suka kepada seorang penulis. Langsung saja tanya, “Buku ini ditulis sama si X, ya?”
Jadi jawabannya pun simple, ya atau bukan.
Tak perlu saya bertanya, “Buku ini bagus, nggak?” Membuat si penjawab menjelaskan panjang lebar. Tapi pada akhirnya saya mempermasalahkan penulisnya.

image

Karya ya karya. Jika karya itu baik, maka sudah sepatutnya kita menilainya baik.
Sebaliknya, jika sejak awal yang kita nilai adalah embel-embelnya, ya tak perlu bertanya lebih jauh tentang karyanya.
Meski mungkin, ini sama seperti saat saya menilai cerpen peserta lomba, tapi cerpennya tak saya baca. Saya langsung menentukan si pemenang berdasarkan asal sekolah yang saya anggap keren.
Adilkah?

One response to “Menilai Karya Atau Embel-embelnya?

  1. Yup. Mak. Saya juga gitu. Nama gak menjamin isi dan selera saya dalam menilai. Heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s