Rahasia IRT Menjadi Penulis

Beberapa orang yang baru tahu kalau saya seorang penulis, menunjukkan rasa kagetnya dengan sangat kentara.
“Kok, bisa?”
Mungkin maksudnya bagaimana bisa? Karena kedua anak saya masih kecil, dan saya mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri, tak ada ART.
Tak jarang, pertanyaan serupa keluar dari sesama IRT yang ingin menjadi penulis.
“Gimana sih ngatur waktunya, Mbak?”
Atau
“Ada rahasianya nggak, Mbak?”

image

Hmm, sebenarnya cara saya untuk menulis biasa saja. Sama mungkin dengan kebanyakan teman yang mempunyai anak. Yaitu: bangun dini hari untuk menulis.
“Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menulis?”
Nggak banyak, bisa menulis 1-1,5 jam per hari saja sudah baguuus sekali.

“Wah, kalau cuma 1 jam, nggak bisa, Mbak. Bisa-bisa waktu habis hanya untuk memikirkan ide.”
Merasa memiliki keluhan seperti itu?
Waktu yang terbatas itu, memang bukan untuk mencari ide, tapi untuk menulis.
Lalu kapan mencari idenya?

Ini rahasia saya. 🙂

Saat mendampingi anak bermain, saya terbiasa memperhatikan tingkah laku mereka. Nah, dari situlah biasanya Allah memberi percikan ide untuk saya.
Lalu apa yang harus dilakukan?
Segera tangkap ide itu. Biasanya, saya langsung menuliskannya pada selembar kertas yang selalu saya bawa, atau pada note hape. Nggak perlu terlalu panjang, cukup kata kuncinya saja.
Misalnya saja, ide membuat buku My Money, tercetus saat ada seorang anak yang bilang kepada Ihsan kalau saya pelit. Menurutnya, kalau mau jajan, tinggal minta uang saja.

image

Lalu, saat memasak, saya tak akan membiarkan waktu berlalu begitu saja. Jika sudah mendapat ide, sambil menyiangi sayuran atau menunggu masakan matang, biasanya saya memikirkan apa saja yang akan dibahas dari ide utama tadi.
Saat sudah mendapat ide untuk per babnya, saya kembali menuliskannya. Pokoknya, ide itu harus segera mungkin diikat. Jangan berpikir, nanti saja saat masakan matang, karena saat itu mungkin si ide sudah terbang melayang.

Ide utama sudah didapat, ide untuk masing-masing bab juga sudah didapat. Lalu saatnya untuk menuliskan semua itu.
Kapan?
Saya lebih suka memilih waktu dini hari.
Kenapa?
Karena saat itu saya bisa benar-benar berkonsentrasi. Tak ada gangguan dan suasananya sangat mendukung.

image

Nah, seperti itulah rahasia menulis IRT ala saya. Silakan dipraktekkan. Semoga bisa bermanfaat. 🙂

One response to “Rahasia IRT Menjadi Penulis

  1. uni sempat nyobain cara ini. dan cukup efektif. tapi saat ini sejak fokus sama aam dan tumbuh kembangnya.. uni ngalah.. kecapekan. jadinya gak fokus lagi menulis. 2 tahun gak nulis yang berarti,.. hahaha

    in shaa Allah kalau aam sudah mulai sekolah.. uni ada waktu 2 jam saat dia sekolah. semoga bisa kembali jadi irt yang menulis dengan rutin…

    makasih share ini ya anisa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s